Hari ini adalah di mana hari diumumkannya kelulusanku sebagai siswa sma yang telah mengikuti UJIAN NASIONAL di tingkat SMA, dan aku telah dinyatakan LULUS. seharusnya aku bahagia,memang itulah yang seharusnya aku rasakan saat ini.
tapi kenapa? semuanya tidak seperti yang aku harapkan. di satu sisi aku bahagia karena aku telah lulus dari sma. meninggalkan semua kenangan yang telah kuukir dengan jelas di hatiku bersama dengan teman-teman seperjuangan denganku. kami lulus..
ya, walaupun tidak seratus persen yang lulus, tapi tampaknya semua teman-temanku begitu berbahagia. tapi lain halnya dengan aku, di samping ikut merasakan bahagia,di sisi hatiku yang lainnya, di belahan yang bersebrangan dengan bagian yang merasakan bahagia tsb, aku merasakan sakit. sakit yang amat sangat sakit. tak mampu ku ungkapkan dengan kata-kata lagi rasa sakit yang kurasakan ini. sakit yang rasanya mampu membunuh sebagian dari hidup yang kujalani sekarang ini. rasa sakit yang semakin mendesak di dalam dadaku ini. tak mampu ku menahannya. membuatku susah untuk bernafas. membuatku merasakan sis-sia saja menjalani hidup ku ini.
sementara diri-nya, entah apa yang dirasakannya terhadapku. aku tak berani untuk membayangkannya. hanya berniat membayanginya saja sudah begitu membuatku merasa tersiksa.terluka karena tatapan bekunya kepadaku. walau aku masih bisa melihat senyumannya yang 10.000 watt itu di hadapanku, (mungkin tuk yang terkahir kalinya), tapi senyuman itu sudah lama tidak pernah diberikan lagi untukku. hingga aku nyaris lupa, betapa kuatnya pesona senyuman itu terhadapku.
oh tuhan, selamatkan lah diriku dari operasaanku yang begitu menyiksa ini tuhan. aku sudah tidak tahan lagi membawa perasaan ini denganku. bukan berarti aku sudah tidak menginginkannya lagi, tapi aku sudah tidak mampu menanggung semua derita diriku yang di akibatkan oleh perasaanku ini. aku tidak tau apakah jauh di lubuk hatinya yang dalam, ia juga pernah merasakan hal yang sama dengan yang kurasakan terhadap dirinya. ku berharap perasaan yang serupa itu pernah ada di hatinya, walau hanya sedikit. aku tidak ingin berharap banyak. karena itu sudah mampu menghapus rasa sakit yang diakibatkan oleh luka yang diberikannya secara tidak langsung atau tanpa disadarinya itu padaku.aku sudah tidak ingin terluka lebih dalam lagi.
di satu sisi hati, aku masih ingin memilikinya seperti keinginan yang pernah terlintas di dalam hatiku. memilikinya seperti yang aku mau. memilkinya sepenuhnya. tapi di sisi hatiku yang lain mengatakan, kalau aku sudah tidak akan mampu lagi menahan rasa sakit. rasa sakit yang di akibatkan oleh permintaan hatiku ini. dua sisi hati yang mampu membuatku seperti tenggelam ke dalam dasar sungai, yang aku dapat memandang senyuman malaikat di atasnya, dan aku dapat mendengarkannya. tapi tidak dapat meraihnya...
Recent Comments